Senin, 01 Juli 2013

Pemupukan adalah bagian sangat penting dalam proses budidaya perkebunan Sengon. Meskipun tanpa pemupukan kita masih bisa panen Sengon pada umur 5-7 tahun. Pemupukan penting sebenarnya dalam konteks menyehatkan tanaman, memberi suplay gizi yang baik, dengan begitu tanaman menjadi sehat. Kapan kita memulai pemupukan? Ada dua pendapat yang berbeda tetapi keduanya mengandung kebenaran. Yang berbeda adalah tingkat keekonomisannya. Pendapat pertama, lakukan pemupukan sejak menyiapkan lubang tanam dengan memberi pupuk kandang atau kompos. Pendapat kedua, saat proses penanaman tidak perlu diberi pupuk kandang, akan tetapi dua bulan setelah tanam, persisnya menjelang akhir musim hujan lakukan pemupukan dengan pupuk NPK. Kedua pendapat ini semuanya benar. Karena perlakuan kedua model ini akan menghasilkan tanaman yang sehat dan kuat. Yang menjadi masalah adalah sejauh mana tingkat keekonomiannya? Metode pertama, jelas bakal memakan biaya banyak. Bayangkan kalau per lubang perlu diberi 1 Kg pupuk kandang, itu berarti dalam 1 ha perlu sekitar 3 ton pupuk kandang. Sementara pada metode kedua, tidak ada ongkos awal yang lebih besar. Apalagi, beberapa riset yang dilakukan oleh Litbang Departemen Kehutanan menyebutkan memberi pupuk kandang pada saat penanaman Sengon berpotensi besar memicu berkembangnya hama uret. Karena prinsip investasi Sengon adalah investasi murah, saya menyarankan agar anda menggunakan metode kedua, hanya memberi pupuk NPK setelah dua bulan ditanam. Yang lebih penting dari proses pemupukan adalah kontinuitasnya. Gunakan sistem Intensifikasi Tinggi dalam pemeliharaan Sengon. Lakukan pemupukan dengan NPK bersubsidi (berwarna merah bata) bukan NPK pelangi, tiga bulan sekali. tetapi bagi pemodal kuat akan lebih yahud lagi dengan menggunakan NPK Pelangi. Harga NPK bersubsidi Rp2.500 per Kg, sementara harga NPK Pelangi Rp10 ribu per Kg. Pada musim hujan, pemupukan dengan menggunakan NPK saja. Akan tetapi pada musim kemarau bisa menggunakan dua cara. Pertama, mencairkan NPK kemudian disiramkan di bawah pohon Sengon. Kedua, lakukan pemupukan daun. Kedua perlakuan ini akan menghasilkan perkembangan yang sama. Tanah Gersang Kawan saya menanam Sengon di daerah Sentul. Di mana, tanah itu sudah 10 tahun lebih selalu ditanami Singkong. Hal ini menyebabkan kandungan unsur hara di tanah itu 0%. Begitu Sengon ditanam, dalam sebulan tanaman Sengon itu sakit, batang menguning, daun rontok. Kita akan memperlakukan berbeda terhadap kasus seperti ini. Langkah pertama adalah segera beri NPK sesuai aturan. Selang dua minggu setelah diberi NPK, beri pupuk kompos persis di tengah antara 2 pohon. Setelah itu secara rutin beri kompos sebulan sekali di dekat Sengon. Intinya, dalam kasus ini tidak hanya perlu memberi pupuk lebih cepat, akan tetapi yang lebih penting adalah mengembalikan struktur tanah agar kaya akan kandungan humus. Jadi, di tanah yang gersang saja Sengon bisa tumbuh dengan baik asal kita berhasil memberi perlakuan yang benar terhadap Sengon. Selamat mencoba. *) Guntoro Soewarno, Pekebun Sengon tinggal di Purwakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar