Senin, 01 Juli 2013
NEMATODA PARASITIK PADA PEMBIBITAN TANAMAN KAKAO
Wednesday, 05 October 2011 06:36 |
Ambon, Nematoda parasit seperti spesies Dolichodorus dan Meloidogyne, khususnya M. incognita dan M. javanica dapat menimbulkan kerugian pada tanaman kakao seperti mengurangi hasil panen, menghambat pertumbuhan bibit dan dapat mengakibatkan tanaman mati mendadak. Banyak nematoda parasit yang berasosiasi dengan tanaman kakao seperti Criconemella, Dolichodorus, Helicotylenchus, Heterodera, Hoplolaimus, Meloidogyne, Pratylenchus, Rodopholus dan lain sebagainya, namun beberapa nematoda parasit tersebut belum jelas hubungan patogeniknya.
Nematoda parasit
Meloidogyne spp. merupakan nematoda parasit yang terpenting pada tanaman kakao karena sifat patogenitasnya dan distribusinya luas di daerah produksi kakao. Meloidogyne telah diketahui terdapat pada tanaman kakao sejak tahun 1900. Spesies nematoda Meloidogyne yang menyerang tanaman kakao diantaranya yaitu : Meloidogyne incognita, M. exigua, M. javanica, M. arenaria dan M. thamesi. Namun, M. incognita merupakan nematoda yang paling sering ditemukan pada tanaman kakao.
Gejala kerusakan
Berdasarkan Luc et al, (1995) bahwa hasil simulasi di laboratorium nematoda parasit M. incognita yang ditularkan pada bibit tanaman kakao menimbulkan gejala mati ujung, kerdil, layu, daun-daun menguning dan ukuran daun kecil. Gejala serangan pada akar menimbulkan puru-puru kecil dan nampak nematoda betina dengan massa telurnya. Di lahan pembibitan di lapangan, serangan M. incognita menimbulkan gejala puru akar dengan massa telur nematoda parasit berada pada permukaan akar, terjadi mati ujung dan pada kerusakan yang parah tanaman akan mati dengan tiba-tiba. Menurut Sharma dan Sher (1973) dalam Luc et al., (1995) apabila terjadi keadaan yang menimbulkan mati ujung, maka tanaman akan mati sampai ke akar-akarnya, tetapi jika tanaman tersebut masih mentolelir serangan nematoda ini maka tanaman akan bertunas kembali pada musim tumbuh berikutnya sehingga bagian tanaman yang mati dapat dipangkas. Serangan M. javanica juga membentuk puru akar pada pembibitan tanaman kakao. Pada pembibitan tanaman kakao di lapangan, serangan nematoda ini mengakibatkan tanaman kakao lambat dalam pertumbuhannya, bahkan dapat mematikan bibit tanaman kakao tersebut. Gejala serangan yang serupa juga dapat dilihat pada pembibitan tanaman kakao yang terserang oleh M. exigua. Pemindahan bibit tanaman kakao yang terserang/terinfeksi oleh nematoda parasit berarti memindahkan nematoda parasit ke tempat lain.
Tanah pada pembibitan yang terifestasi nematoda parasit akan menyebabkan tanaman pada pembibitan terinfestasi juga, sehingga dapat menjadi salah satu media penyebar nematoda parasit ke tempat lain. Selain itu, aliran air permukaan dapat juga menyebarkan nematoda parasit. Meskipun data-data mengenai kehilangan hasil tanaman kakao yang terserang nematoda parasit belum ada, tetapi bukti menunjukkan adanya gejala serangan pada pembibitan tanaman kakao oleh nematoda parasit seperti yang telah disebutkan diatas. Luasnya distribusi nematoda parasit di banyak daerah sentra produksi kakao dapat menghambat produktivitas dan menimbulkan dampak ekonomi pada daerah tersebut.
Serangan nematoda parasit Pratylenchus brachyurus dan Pratylenchus coffeae yang menginfeksi akar tanaman kakao mengakibatkan terjadinya luka pada akar tanaman. Sedangkan gejala serangan akibat nematoda parasit Dolichodorus sp. mengakibatkan mati ujung dan kematian bibit pada pembibitan tanaman kakao. Akibat serangan nematoda Dolichodorus sp. menyebabkan seluruh sistem perakaran tanaman kakao berkurang, menjadi hitam dan tampak adanya disintegrasi pada korteks dan terbentuk puru seperti manik-manik. Bagian akar yang berpuru berwarna coklat-merah dan keras. Untuk mendiagnosis serangan nematoda parasit dilakukan dengan pengambilan sampel tanah dan akar, kemudian dilakukan ekstraksi untuk mengetahui keberadaan nematoda parasit yang menyerang tanaman tersebut.
Pengendalian
Tindakan pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan serangan nematoda parasit adalah sebagai berikut ;
1. Membuat bibit yang bebas dari nematoda parasit utama;
2. Menanam pada tanah atau areal yang bebas dari nematoda parasit;
3. Tanah yang digunakan untuk pembibitan harus disterilkan dengan metil bromida dengan dosis 196 cm3 tiap 1 m3 tanah atau dikumpulkan dari area yang tidak terinfestasi oleh nematoda parasit;
4. Cara lain adalah dengan perlakuan menggunakan udara panas untuk sterilisasi hingga suhu mencapai 1000C selama satu jam. Lahan yang akan ditanami tanaman kakao harus disurvei berkaitan dengan kehadiran nematoda parasit sebelum penanaman bibit yang bebas dari infeksi nematoda. Pada perkebunan yang telah terinfestasi, maka menggunakan nematisida untuk pengendaliannya;
5. Dalam memilih tanaman penaung harus lebih berhati-hati, hindari penggunaan tanaman penaung yang rentan terhadap nematoda puru akar ataupun nematoda luka akar, misalnya tanaman pisang.
Dengan mengetahui bahaya dari serangan nematoda parasit pada pembibitan tanaman kakao yang pada serangan parah dapat mengakibatkan kematian tanaman, sehingga kita lebih mengenali gejala serangannya sejak dini untuk untuk segera melakukan tindakan pengendalian guna meminimalisir kerugian yang ditimbulkannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar